Bahaya Obati Luka Bakar Dengan Pasta Gigi | Redaksi Wanita

Bahaya Obati Luka Bakar Dengan Pasta Gigi

Pastinya anda mengerti pasta gigi yang setiap hari anda pakai setiap menggosok gigi memang sangat segar, karena di dalamnya terbuat dari mint dan pepermint. Tujuan untuk memberikan konsumsi tersebut agar gigi bersih dan nafas kita bisa berbau segar. Namun banyak orang ada yang menggunakan pasta gigi tersebut untuk mengobati luka bakar dalam luka yang baru terkena.

 bahaya pasta gigi untuk luka bakar

Padahal hal ini masih belum di katakan aman untuk di gunakan mengobati luka bakar. Memang akan terasa segar jika kita langsung memberikan odol atau pasta gigi tersebut ke luka bakar yang baru saja terkena. Katanya agar luka bakar tidak membengkak dan ada air di dalamnya. Padahal itu menjadi pantangan dari anggapan para medis dan ilmuwan.

Seperti ungkapan dari Parintosa yang memberikan penjelasan kalau “ Pasta gigi tersebut tidak akan sembuhkan luka, efeknya akan menambah infeksi yang parah pada luka bakar tersebut,” ujarnya saat di Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusuma.

pasta gigi bukan untuk pertolongan pertama

Parintosa juga jelaskan barang atau kimia lainya seperti mentega, minyak goreng bahkan kecap tidak di anjurkan untuk pertolongan pertama pada luka bakar tersebut. Karena panas tidak akan habis malah bertambah di luka tersebut.

Maka dari itu rawatlah luka tersebut dengan membersikannya saja, memang luka bakar akan ada durasi waktunya untuk merasakan panasnya. Hal ini agar kita aman untuk menjaga indera peraba ini. Sifat pasta gigi yang dingin menempel tersebut malah membuat luka bakar tidak bersih.

Bahaya Obati Luka Bakar Dengan Pasta Gigi
Artikel "Bahaya Obati Luka Bakar Dengan Pasta Gigi" ditulis oleh Yodik update terakhir pada 21st February 2013 Categories Kesehatan Umum, Serba Serbi, Tips Wanita , , permalinks http://www.redaksiwanita.com/bahaya-obati-luka-bakar-dengan-pasta-gigi.html di Redaksi Wanita

Baca Juga:


 

No Comment to “Bahaya Obati Luka Bakar Dengan Pasta Gigi”

  1. Comments are closed.